Sistem Keuangan Internasional, Mata Uang Asing, Implikasi bisnis akibat fluktuasi nilai tukar
Pengertian Sistem Keuangan Internasional
Keuangan internasional (juga disebut ekonomi moneter internasional atau ekonomi makro internasional) adalah cabang ekonomi keuangan yang mempelajari keterkaitan dua negara atau lebih dari sisi moneter dan ekonomi makro. Pembahasan nilai tukar tidak dapat dilepaskan dari sejarah sistem moneter internasional dimana pada awalnya, tujuan pembentukan sistem moneterinternasional dimaksudkan untuk mempermudah transaksi ekonomi antar negara. International Monetary System dapat diartikan sebagai pengaturan atau kesepakatan formal antarnegara terkait nilai tukar dari masing-masing mata uang negara dunia, terhadap mata uang lain. Jadi, sederhananya, sistem moneter ini berhubungan dengan nilai mata uang dan perbandingannya. Di dalam sistem moneter internasional tersebut terdapat ketentuan –ketentuan yang mengatur cara-cara atau metode pembayaran yang dapat diterima antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) dalam batas negara yang berbeda. Namun, ketentuan-ketentuan ini tentu harus disepakati oleh para anggotanya atau negara serta bank sentralnya.
Negara-negara melalui bank sentral yang dimilikinya harus mampu menyediakan cadangan kapital atau likuiditas sesuai dengan aturan yang disepakati sehingga cukup untuk mengatasi fluktuasi perdagangan internasional. Hal ini memungkinkan neraca perdagangan internasional dapat mencapai ekuilibrium ekonomi global, terutama dalam hal nilai pada setiap entitas ekonomi yang dapat dikoreksi sewaktu-waktu sesuai nilai riilnya.
SEJARAH SISTEM MONETER INTERNASIONAL
Zaman Emas (1876-1913)
Perdagangan yang semakin meningkat
membuat kebutuhan sistem pertukaran yang lebih formal menjadi semakin terasa.
Standar emas pada dasarnya menetapkan nilai tukar mata uang negara berdasarkan
emas. Pemerintah atau Negara yang bersangkutan harus menjaga persediaan emas
yang cukup untuk menjamin jual-beli emas. Jika pemerintah negara lain juga
menetapkan nilai mata uangnya berdasarkan, maka kurs antar dua mata uang bisa
ditentukan.
Karena nilai emas terhadap barang lain tidak banyak berubah dalam jangka
panjang, stabilitas nilai uang dan kurs mata uang tidak banyak berfluktuasi
dalam jangka panjang.
Bagaimana Mekanisme Emas Berjalan
Standar emas berbeda dengan mata uang fiat (fiat money). Dalam mata uang fiat, nilai mata uang ditentukan berdasarkan kepercayaan terhadap kemauan pemerintah menjaga integritas mata uang tersebut. Seringkali kepercayaan tersebut disalahgunakan. Pemerintah tertentu selalu tergoda menerbitkan uang baru, karena biaya produksi penerbitan tersebut praktis nol. Dengan menggunakan standar emas, nilai mata uang didasarkan pada emas. Pemerintah tidak bisa seenaknya menambah jumlah uang yang beredar, karena suplai uang dibatasi oleh suplai emas. Mekanisme penyesuaian kurs dalam standar emas bisa digambarkan melalui mekanisme price-specie-flow mechanism (specie merujuk ke mata uang emas). Dengan proses tersebut kurs mata uang bisa terjaga selama negara-negara di dunia memakai emas sebagai standar nilai uangnya. Inflasi yang berkepanjangan tidak akan terjadi dalam situasi semacam itu.
Periode Perang Dunia 1914-1944
Standar emas hancur waktu perang dunia 1 pecah. Mata uang praktis ditetapkan atas dasar emas atau mata uang lainnya dengan longgar. Beberapa usaha kembali ke standar emas dilakukan sesudah perang dunia 1 berakhir. Emas hanya diperdagangkan dengan bank sentral, bukan pribadi. Kurs mata uang ditetapkan berdasarkan emas. Sesudah tahun 1934 dan sesudah perang dunia kedua, konvertibilitas mata uang yang bisa ditukarkan (konvertibel) dengan mata uang lainnya.
Periode Kurs Tetap
Periode ini dimulai dengan perjanjian
Bretton Woods. Melalui perjanjian ini, semua negara menetapkan nilai tukar mata
uangnya berdasarkan emas, tetapi tidak diharuskan memenuhi konvertibilitas mata
uang mereka dalam emas. Negara anggota diminta menjaga kursnya dalam batas 1%
(naik atau turun) dari nilai par, dan bersedia melakukan intervensi untuk
menjaga kurs tersebut. IMF membantu negara anggotanya dalam rangka menjaga kurs
mata uangnya. Tekanan spekulasi menyebabkan sistem kurs tetap tidak layak lagi
dipertahankan. Pasar keuangan dunia sempat tutup selama beberapa minggu pada
bulan Maret 1973. Ketika pasar tersebut dibuka, kurs mata uang dibiarkan
mengambang sampai ke kurs yang ditentukan oleh kekuatan pasar.
Post Bretton Woods (1973) – sekarang
Setelah kurs dibiarkan mengambang, fluktuasi kurs mata uang dunia menjadi semakin tinggi dan semakin sulit diprediksi. Kejadian penting pertama setelah Bretton Woods berakhir adalah embargo minyak negara OPEC yang cukup sukses (Oktober 1973). Pada tahun 1974 harga minyak cenderung melakukan kebijakan sangat tajam. Kurs dollar dan juga kurs mata uang lainnya, di masa mendatang akan berfluktuasi sama seperti sekitar dua puluh tahun terakhir ini. Selama tidak ada patokan yang pasti, kurs mata uang di masa mendatang akan mengalami fluktuasi yang tidak bisa diprediksi.
Pengertian Kurs
Kurs merupakan harga atau nilai mata uang suatu negara yang diukur dengan mata uang luar negeri ketika berbelanja atau membeli barang di luar negeri. Intinya, kurs merupakan nilai tukar. Sedangkan valuta asing merupakan nilai mata uang negara lain.
Jadi, kurs valuta asing yaitu rasio nilai antara mata uang domestik dengan mata uang lainnya atau dengan kata lain kurs menunjukkan perbandingan nilai antara dua mata uang yang berbeda.
Penentuan kurs
Berikut ini adalah uraian penentuan kurs suatu mata uang:
a. Teori Paritas InternationalSalah satu teori yang digunakan untuk menjelaskan kurs mata uang adalah teori paritas daya beli yang diperkenalkan oleh Gustav cassel tahun 1918. Teori paritas daya beli ini menghubungkan kurs valas dengan harga-harga komoditi yang dinyatakan dalam uang lokal di pasar international (Kuncoro, 2002). Hubungan antara kurs valas dan harga komoditi dalam doktrin paritas daya beli yaitu kurs valas akan cenderung menurun dengan proporsi yang sama dengan kenaikan harga. Paritas daya beli absolut menyatakan bahwa keseimbangan nilai mata uang dalam negeri terhadap nilai mata uang luar negeri merupakan perbandingan harga absolut dalam dan luar negeri.Paritas daya beli relatif menyatakan bahwa kurs valas merupakan suatu prosentase perbandingan perubahan harga absolut dalam negeri terhadap luar negeri.Paritas suku bunga merupakan teori yang paling dikenal dalam keuangan internasional.Doktrin paritas suku bunga ini mendasarkan nilai kurs berdasarkan tingkat suku bunga antar negara yang bersangkutan. Dalam negara dengan sistem kurs valas bebas, tingkat bunga domestik cenderung disamakan dengan tingkat bunga luar negeri dengan memperhitungkan perkiraan laju depresiasi mata uang negara yang bersangkutan terhadap negara lain.
b. Pendekatan Perdagangan terhadap Pembentukan KursSalah satu model kurs tradisional yang sangat pentung didasarkan pada kajian terhadap arus pertukaran barang dan jasa antar negara.Artinya model ini melihat bahwa nilai tukar atau kurs antara dua mata uang dari dua negaraditentukan oleh besar kecilnya perdagangan barang dan jasa yang berlangsung di antara kedua negara tersebut.itulah sebabnya model ini lazim disebut dengan pendekatan perdagangan atau pendekatan elastisitas terhadap pembentukan kurs.
Sistem Kurs Mata Uang
Ada beberapa macam sistem kurs mata uang dalam sistem moneter internasional yaitu sistem kurs tetap, sistem kurs mata uang mengambang dan sistem kurs campuran (Sugiyanto, 2004)
1. Sistem Kurs Tetap
Dalam sistem kurs tetap, kurs mata uang suatu negara dinyatakan sebesar nilai tertentu terhadap mata uang negara lain. Misalnya ketika otoritas moneter Indonesia menyatakan bahwa Rp. 1640 ekuivalen dengan 1 $ Amerika pada 12 September 1986. Dalam suatu sistem kurs tetap, kurs rupiah tersebut akan tetap dipertahankan pada tingkat tertentu. Atau setidaknya meskipun terjadi penyimpangan dari nilai yang sudah ditetapkan tadi, maka penyimpangan tersebut relatif kecil (Sugiyanto, 2004).
2. Sistem Kurs Mengambang
Sistem kurs mengambang disebut juga sebagai sistem kurs fleksibel. Dalam sistem ini, otoritas moneter sama sekali tidak melakukan campur tangan terhadap penentuan kurs mata uang. Jadi kurs selalu berfungsi untuk market clear up.
3. Sistem Kurs Campuran
Sistem kurs campuran dapat dipandang sebagai bentuk kompromi dari perdebatan atas sistem mana yang dipakai, apakah sistem kurs tetap ataukah sistem kurs mengambang. Ada beberapa bentuk sistem kurs campuran, yaitu:
a) Sistem kurs batas
Dalam sistem kurs batas ini, kurs diperbolehkan bervariasi di sekitar batas paritasnya. Gagasan dasar sistm ini sebenarnya sama dengan sistem bretton woods. Dimungkinkannya kurs bervariasi di sekitar kurs paritasnya adalah dimaksudkan untuk memberi kesempatan neraca pembayaran melakukan penyesuaian apabila posisi neraca pembayaran tersebut dalam keadaan tidak seimbang. Kelemahan sistem ini akan tidak efektif. Karena itu perlu dilakukan penyesuaian kembali atas batas-batas kurs tersebut.
b) Sistem kurs “crawling pegg”
Dalam sistem “crawling peg” kurs mata uang suatu negara diperbolehkan bervariasi di sekitar kurs paritasbta. Tetapi, nilai paritas tersebut secara teratur dilakukan penyesuaian berdasaekan posisi cadangan devisa. Dalam sistem ini, diterapkan kurs batas atas dan batasbawah. Kurs batas ini hanya dapat dipertahankan apabila tersedia cadangan devisa yang cukup.karena itu, perubahan kurs pada tingkat yang relatif kecil,dan berada pada interval kurs batas tidak akan menciptakan bahaya spekulasi (Sugiyanto, 2004).
4. Sistem kurs mengambang terkendali
Rezim kurs mengambang terkendali ditandai dengan campur tangannya otoritas moneter terhadap pergerakan kurs. Campur tangan ini bersifat bebas. Artinya, campur tangan tersebut tidak mendasarkan pada nilai kurs paritas.Karena itu campur tangan ini disebut sebagai “menunggu arah angin”. Sehingga nilai tukar dapat bergerak bebas naik atau turun. Guna pemerintah disini adalah untuk menghindari gejolak yang tajam.
Hal yang dilakukan pemerintah seperti :
· Mengambang Kotor (Dirty Floating)
Pemerintah melakukan intervensi langsung dengan menjual atau membeli valuta asing.
· Mengambang Bersih (Clean Floating)
· Pemerintah melakukan intervensi secara tidak langsung, misal dengan mengatur suku bunga.
Fungsi Valuta Asing.
Alat Tukar dan Pembayaran Internasional
Tentu saja, ini kurs valuta asing sebagai alat tukar internasional. Valuta asing digunakan sebagai alat dalam melakukan tukar menukar barang atau jasa dengan negara lain. Contohnya, Indonesia mengimpor barang elektronik dari Tiongkok, maka orang Tiongkok harus dibayar dengan dolar karena tidak akan mau jika dibayar dengan rupiah.
1. Alat Pengendali Kurs
Kurs mata uang suatu negara seringkali mengalami pergolakan. Dengan pengelolaan tingkat penggunaan suatu valuta asing tertentu, sebuah negara dapat mengendalikan nilai tukar mata uang mereka dengan lebih mudah. Contohnya, dengan adanya kurs Rupiah ke Dolar, maka dapat diketahui bahwa nilai tukar rupiah semakin naik atau semakin turun. Dalam hal ini, kurs dijadikan patokan untuk mengendalikan nilai mata uang suatu negara.
2. Alat Memperlancar Perdagangan Internasional
Dengan adanya kurs valuta asing, setiap negara di seluruh penjuru dunia dapat dengan mudah melakukan jual beli tanpa terkendala mata uang di negara masing-masing.
Jenis Kurs Valuta Asing
a. Kurs Jual
Harga yang diberikan oleh bank kepada seseorang yang ingin membeli mata uang asing.
b. Kurs Beli
Harga yang diberikan oleh bank kepada seseorang yang ingin menukarkan mata uang asing.
c. Kurs Tengah
Harga yang diberikan oleh bank antara kurs jual dan kurs beli (penjumlahan kurs beli dan kurs jual yang dibagi dua).
Implikasi Bisnis Akibat Fluktuasi Nilai Tukar
a. Keterpaparan Kurs Mata Uang
Keterpaparan kurs mata uang merujuk pada sejauh mana sebuah perusahaan terpengaruh oleh perusahaan terpengaruh oleh perubahaan kurs mata uang. Terdapat dua kategori ialah keterpaparan penjabaran dan keterpaparan ekonomi.
b. Translation
Ukuran tingkat fluktuasi kurs mata uang mempengaruhi nilai buku perusahaan dan pendapatannya dari operasi global dan dinyatakan dalam mata uang negara asal perusahaan tersebut dikenal dengan translation expore.
c. Keterpaparan Operasi
Merupakan dampak dari fluktuasi mata uang dengan nilai saat ini, oleh karena itu daya beli dari arus kas masa depan yang diharapkan suatu perusahaan.
d. Keterpaparan Transaksi
Dalam mengukur perubahan dalm nilai dari kewajiban keuangan yang ada sebagai hasil dari perubahan kurs mata uang asing. Keterpaparan operasi sebenernya timbul sewaktu- waktu bila terjadi fluktuasi mata uang bersamaan dengan perubahan harga. Keterpaparan ekonomi muncul bila perusahaan tekad mendirikan pusat pengembangan produk baru dan system distribusi. Untuk menghadapi keterpaparan ekonomi akibat fluktuasi mata uang ialah keandalan perusahaan untuk menggunakan harga sebagai alat srategis dalm mempertahankan tingkat laba.
Mengelola Keterpaparan Nilai Tukar
1. Alat untuk Mengelola Keterpaparan Transaksi
a. Hedging ( Tangkal Risiko )
Hedging pada keterpaparan kurs mata uang ialah upaya menyeimbangkan posisi mata uang diimbangi dengan keuntungan atau kerugiannya. Dapat memperkirakan bahwa nilai mata uang asing akan lemah pada mata uang sendiri.
Metode Hedging eksternal untuk mengelola keterpaparan transaksi dan penjabaran menyangkut lembaga dari luar ialah pasar mata uang asing. Metode hedging internal termasuk klausul penyesuain harga, meminjamkan mata uang asing dan menyeimbangkan pembelian serta penjualan dalam mata uang asing.
b. Tangkal Resiko ( Hedge ) Pasar Masa Depan
Pasar masa depan ialah mekanisme membeli dan menjual mata uang dengan harga yang sudah ditetapkan untuk diserahkan di masa depan.
c. Option Mata Uang Asing
Merupakan alternative bagi situasi tertentu dalam memberikan hak kepada penjual option dengan harga tetap sampai tanggal kadarluwarsa yang disepakati. Call option ialah hak, bukan kewajiban untuk membeli mata uang asing
Mengelola Translation Exposure
Metode digunakan untuk menangkal risiko terhadap translation exposure, dan dapat melindungi translation exposure. Adapun tindakan perusahaan yang dilakukan pada mata uang mengalami depresiasi ialah :
a. Menjual mata uang sendiri pada masa depan.
b. Meminjam dalam mata uang sendiri .
c. Menunda pembayaran utang jangka pendek
d. Menunda penagihan utang jangka pendek antar perusahaan.
Referensi:
Jurnal
Anggraeni, W., & Suyahya, I. (2016). Prediksi Kurs Rupiah Terhadap Dolar Amerika Menggunakan Metode Fuzzy Time Series Chen dan HSU. STRING (Satuan Tulisan Riset dan Inovasi Teknologi), 1(1).
Simorangkir, I. (2004). Sistem dan Kebijakan Nilai Tukar. Pusat pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK), Bank Indonesia.
Web
http://onlyineconomic.blogspot.com/2010/10/sejarah-sistem-moneter-internasional.html
https://dokumen.tips/documents/kurs-mata-uang-asing-dan-keputusan-keuangan.html
https://portal-ilmu.com/sistem-moneter-internasional/
https://www.jurnal.id/id/blog/penjelasan-lengkap-mengenai-kurs-valuta-asing/
Komentar
Posting Komentar