SISTEM INFORMASI DAN RISET PEMASARAN GLOBAL (·Sistem informasi global; ·Riset pemasaran; ·Teknik analisis riset pasar internasional)

SISTEM INFORMASI DAN RISET PEMASARAN GLOBAL

(·Sistem informasi global; ·Riset pemasaran; ·Teknik analisis riset pasar internasional)

 

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI

Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

 

TUJUAN DARI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

Untuk mempermudah para manajer sebuah perusahaan untuk mengambil keputusan seperti arus informasi berkelanjutan mengenai pasar, pelanggan, pesaing dan operasi perusahaan.
SIM berarti pengumpulan, analisis, klasifikasi, menyimpan (storing), mendapatkan kembali (retrieving) dan melaporkan data-data yang relevan menggenai pelanggan, pasar, saluran (chanel), penjual dan pesaing. Dalam suatu perusahaan seharusnya juga mencakup aspek-aspek penting lingkungan eksternal perusahaan, misalnya seperti regulasi pemerintah, merger, akuisisi dan aliansi.


Fungsi SIM dari riset harus menyediakan informasi yang relevan dalam hal waktu, efisiensi biaya dan cara bertindak.

 

Elemen dasar dari Sistem Informasi Perusahaan Global

Elemen dasar dari Sistem Informasi Perusahaan Global adalah agenda atau daftar subyek yang informasinya diperlukan. Subyek ini misalnya pasar, persaingan, mata uang, sumber daya, lingkungan sosial budaya dan lingkungan hukum politik. Setelah agenda subyek ditetapkan, langkah berikutnya adalah pengumpulan informasi yang aktual dengan menggunakan pengamatan (surveillance) dan pncarian (search). Pemasaran global secara konstan mencari dan mengumpulkan informasi tentang peluang dan ancaman potensial dengan menajamkan fungsi telinga dan mata terhadap petunjuk desas-desus kumpulan informasi dan wawasan berdasarkan pengalaman orang lain.

Mendapatkan informasi secara umum dengan baca Koran, majalah, program-program berita via internet dll adalah jenis pengamatan sekedar melihat atau dapat di sebut dengan Viewing. Sedangkan jika suatu berita relevan atau terkait kasus mengamati berita masuknya pemain baru dalam industri mobil, kemudian mengikuti berita perkembangannya, ini disebut juga dengan pemantauan (monitoring). Monitoring dapat menghasilkan lebih banyak informasi eksternal jika dibandingkan dengan viewing. Pada modus pencarian (search), karakteristiknya adalah mencari informasi yang spesifik secara sengaja (lebih banyak aktivitas formalnya) pencarian meliputi investigasi dan riset. Investigasi adalah jenis pencarian yang relative terbatas dan informal, misalnya dengan mencari dibuku, artikel, internet tentang topic atau isu khusus.

 

Riset Pemasaran

Riset Pemasaran merupakan kegiatan penelitian dalam bidang pemasaran. Riset pemasaran harus dilakukan secara sistematis, yakni mulai dari perumusan masalah, perumusan tujuan, pengumpulan data, pengolahan data, hingga interpretasi dari hasil riset pemasaran yang diperoleh. Riset pasar dilakukan sebagai upaya memberi masukan bagi pihak manajemen. Dengan adanya riset pemasaran, pihak manajemen akan mengetahui hal apa saja yang perlu diperbaiki dan strategi pemasaran apa yang masih sesuai dilakukan untuk merebut peluang.

 

Jenis-Jenis Riset Pemasaran

Jenis riset pemasaran terdiri dari dua macam yaitu, Riset Primer Dan Riset Sekunder. Riset Primer adalah  riset yang datanya berasal dari responden langsung atau obyek riset. contoh riset primer: riset jumlah orang yang menyukai smartphone A, riset daya beli konsumen. Sedangkan Riset Sekunder adalah riset ketika data sudah diolah dan sedang berlangsung. riset ini bertujuan sebagai evaluasi dan juga kontrol terhadap kegiatan pemasaran yang sedang berlangsung. contoh riset sekunder: jumlah orang yang membeli barang, jumlah orang yang berkunjung ke website Anda.

Obyek Riset

Apapun risetnya, pasti memiliki obyek riset. Sebuah subyek riset tergantung dengan obyek yang akan diteliti. Setiap riset memiliki obyek riset yang berbeda-beda. Sedangkan dalam riset pemasaran, obyek riset berupa;

  1. Harga, obyek ini berguna untuk mengukur daya beli konsumen, berapakah harga yang dapat menjadi peluang barang/jasa dibeli dan digunakan.
  2. Produk, obyek riset produk dapat meliputi, kegunaan produk, nilai produk, rupa produk dan juga tingkat kegunaan produk.
  3. Alat Pemasaran, topik ini digunakan untuk melihat seberapa efektif alat yang digunakan dalam pemasaran.
  4. Distribusi, obyek ini digunakan juga untuk melihat efektifitas alur distribusi produk kepada konsumen.
  5. Konsumen, obyek riset yang tidak kalah penting adalah konsumen. hal ini digunakan untuk menganalisis perilaku dan kebutuhan konsumen.

 

Fungsi Riset Pemasaran

Riset pemasaran merupakan sebuah langkah penting yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk membantu menyusun perencanaan pemasaran. Program pemasaran pada tahun yang baru biasanya turut dipengaruhi oleh hasil riset pemasaran yang dilakukan perusahaan di akhir tahun. Riset dapat dikatakan sebagai mata dan telinga perusahaan untuk mengetahui bagaimana pandangan dan keinginan konsumen terhadap perusahaan. Riset pasar memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

a.      Evaluating

Fungsi yang pertama adalah evaluating. Riset yang dilakukan untuk fungsi ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi program-program pemasaran yang telah dilakukan sebelumnya. Fungsi evaluating dalam riset pemasaran ini juga termasuk ketika perusahaan ingin melakukan review terhadap brand positioning yang dibandingkan dengan produk pesaing.

Dalam proses evaluasi, seorang marketing researcher juga melakukan pemecahan masalah terhadap hasil review. Pemecahan masalah juga dapat dilakukan dengan memahami titik-titik permasalahan yang membuat bisnis tidak berjalan dengan semestinya.

 

b.      Understanding

Fungsi kedua adalah understanding. Fungsi riset ini menekankan pada tujuan untuk memahami konsumen sebagai salah satu insight atau masukan yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan memahami konsumen, perusahaan akan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan konsumen. Dalam menjalankan fungsi ini, riset pemasaran yang dilakukan biasanya adalah riset yang menggambarkan potret kebiasaan dan perilaku konsumen serta harapan dan keluhan mereka terhadap produk.

 

c.       Predicting

Fungsi ketiga adalah predicting. Fungsi riset pemasaran yang terakhir ini merupakan fungsi yang sebenarnya paling sulit untuk dilakukan. Dunia ini penuh dengan ketidakpastian, sehingga prediksi yang dilakukan dalam riset pemasaran sangatlah berisiko karena sifatnya yang sangat relatif. Ketika sebuah brand ingin membidik pasar baru, maka riset pemasaran selalu dijadikan bahan acuan utama. Begitu pun ketika perusahaan ingin menyusun strategi pemasaran baru, riset pemasaran masih menjadi penilaian utama.

 

d.      Controlling

Fungsi selanjutnya adalah controlling. fungsi ini digunakan untuk melihat setiap proses bisnis yang sedang berjalan. Biasanya fungsi riset ini melihat data aktivitas pemasaran yang sedang berlangsung. Data tersebut dapat meliputi posisi produk kita di hadapan konsumen, demografi, tren dan juga efektivitas marketing tools yang digunakan.

 

Metode Riset

Sebelum memulai langkah-langkah dalam melakukan riset pemasaran, Anda perlu memahami metode-metode yang digunakan.

1.    Kuesioner

Metode ini menggunakan formulir yang berisi daftar pertanyaan yang dibutuhkan. Formulir akan disebar kepada sampel riset tergantung dengan subyek riset yang digunakan. Misalnya, Anda ingin melakukan riset bisnis minuman kekinian, Anda dapat memilih responden dari komunitas usia 15 – 25 tahun yang tinggal di Jakarta.

2.    Riset Grup

grup dilakukan dengan diskusi kelompok yang memiliki motivasi sama terhadap suatu hal. Riset Anda dapat menanyakan kebutuhan mereka, melakukan tes produk kepada mereka, dan juga memberikan pertanyaan terkait opini yang berkaitan dengan bisnis Anda.

3.    Survey

Jika kuesioner dilakukan dengan responden tertentu, survey lebih bersifat acak. sejatinya metode ini digunakan. metode ini digunakan untuk mendapat gambaran umum yang berkaitan dengan bisnis Anda

4.    Observasi

Metode ini lebih bersifat deskriptif. Dimana Anda mengamati langsung situasi pasar baik mengamati tren melalui media sosial dan outlet berita. Anda dapat langsung mendatangi pasar dan juga mengamati suatu peristiwa dengan menganalisis sebab-akibat.

 

Langkah Dasar Melakukan Riset Pemasaran

Langkah sistematis yang harus dilakukan dalam menjalankan riset pasar diantaranya adalah sebagai berikut.

1)    Merumuskan Masalah

Hal pertama kali yang harus dilakukan untuk menjalankan riset pasar adalah merumuskan masalah. Proses perumusan masalah ini sangat penting untuk dilakukan agar kita mengerti betul dengan tujuan yang akan dicapai setelah riset selesai. Pada dasarnya riset disusun untuk menghasilkan informasi yang akurat dan jelas sebagai kesimpulan atas permasalahan yang sedang kita hadapi dalam bisnis.

Misalnya permasalahan kita adalah ingin menentukan besarnya biaya yang akan digunakan untuk promosi atau iklan. Perumusan masalahnya adalah bagaimana cara mengetahui besarnya biaya yang diperlukan. Sedangkan kesimpulan yang akan didapat adalah dalam bentuk kisaran nilai dari biaya promosi yang paling ideal.

2)    Menentukan Desain Riset

Desain riset dibutuhkan untuk menentukan prosedur secara rinci mengenai cara pengumpulan data, cara pengujian hipotesa, dan kemungkinan melakukan kuesioner dengan berbagai model yang ditentukan. Penentuan desain riset biasanya didasarkan pada parameter yang akan diambil untuk menghasilkan sebuah kesimpulan tertentu.

3)    Merancang Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diambil langsung dari lapangan, sedangkan data sekunder biasanya berupa data yang diambil dari buku, Internet, dan pustaka lainnya yang relevan. Anda perlu menentukan bagaimana cara mengumpulkan data-data tersebut dan dihimpun menjadi sebuah database.

4)    Mengambil Sampel & Mengumpulkan Data

Selanjutnya Anda melakukan pengambilan sampel dan mengumpulkan data di lapangan. Anda bisa melakukan pengambilan sampel didasarkan pada metode sampling yang digunakan, baik itu probability atau non-probability sampling.

5)    Melakukan Analisis & Interpretasi Data

Sebuah pengumpulan data tidak akan pernah bisa menjadi sebuah kesimpulan jika tidak dilakukan analisis dan interpretasi data. Anda bisa mulai dari editing, koding, tabulasi, analisa statistik, dan interpretasi data. Data yang diolah inilah yang akan memberikan petunjuk pada kesimpulan yang akan Anda ambil.

6)    Menyusun Laporan Riset

Laporan riset pasar bisa berupa laporan hasil, kesimpulan, serta rekomendasi penelitian yang diberikan kepada pihak manajemen. Kemudian pihak manajemen akan mengambil keputusan berdasarkan hasil dari interpretasi data sebelumnya. Laporan riset inilah yang akan menjadi standar penelitian oleh para eksekutif dalam mengevaluasi manfaat riset pemasaran.

 

Tujuan utama adalah untuk memahami alat kunci dan konsep riset pasar internasional dan cara terbaik untuk menerapkannya.

1.      Langkah pertama yang perusahaan ekspor

Pemula harus mengambil adalah untuk mengevaluasi potensi penjualan di setiap pasar asing. Satu harus diingat bahwa ada lebih dari 200 negara yang menyiratkan bahwa kita mungkin harus mengevaluasi sejumlah besar informasi. Untuk alasan ini banyak eksekutif ketika menghadapi dilema ini cenderung memilih untuk pasar yang berbagi beberapa afiliasi budaya dengan mereka sendiri. Eksportir Inggris memilih lebih untuk, Irlandia Amerika Serikat dan Uni Eropa (UE), sedangkan Spanyol Eksportir cenderung pendekatan Amerika Latin atau Uni Eropa (UE).

2.      Definisi pasar.

Dalam pemasaran, pasar merujuk pada Kelompok konsumen atau organisasi yang tertarik pada produk, memiliki sumber daya untuk membeli produk, dan diizinkan oleh hukum dan peraturan lainnya untuk mendapatkan produk. Dimulai dengan total penduduk, berbagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan pasar berdasarkan tingkat penyempitan:

·   Total populasi.

·   Potensi pasar: orang dalam total populasi yang memiliki minat dalam memperoleh produk.

·   Tersedia pasar: orang di pasar potensial yang memiliki cukup uang untuk membeli produk.

·   Pasar yang tersedia Berkualitas: mereka yang tersedia di pasar yang secara sah diizinkan untuk membeli produk.

·   Sasaran pasar: segmen dari pasar tersedia yang memenuhi syarat bahwa perusahaan telah memutuskan untuk melayani (pasar terlayani).

·   Menembus pasar: orang di pasar sasaran yang telah membeli produk.

3.      Analisis PEST merupakan analisis eksternal makro-lingkungan yang mempengaruhi semua perusahaan. P.E.S.T. Adalah singkatan dari faktor Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi dari eksternal makro-lingkungan. Faktor eksternal seperti biasanya berada di luar kendali perusahaan dan kadang menampilkan diri sebagai ancaman. Untuk alasan ini, beberapa orang mengatakan bahwa "hama" adalah istilah yang tepat untuk faktor ini. Namun, perubahan dalam lingkungan eksternal juga menciptakan peluang baru dan huruf kadang diatur kembali untuk membangun istilah yang lebih optimis analisis PEST.Banyak makro-faktor lingkungan yang spesifik negara dan analisis PEST perlu dilakukan untuk semua negara yang menarik. Berikut ini adalah contoh dari beberapa faktor yang mungkin dipertimbangkan dalam analisis PEST.

4.      Pasar Profitabilitas

Sementara perusahaan yang berbeda di pasar akan memiliki berbagai tingkat profitabilitas, potensi keuntungan rata untuk pasar dapat digunakan sebagai pedoman untuk mengetahui bagaimana sulitnya untuk membuat uang di pasar. Michael Porter merancang kerangka kerja yang bermanfaat untuk mengevaluasi daya tarik industri atau pasar. Kerangka, yang dikenal sebagai Porter lima kekuatan, mengidentifikasi lima faktor yang mempengaruhi profitabilitas pasar:

a)      Pembeli daya

b)      Pemasok daya

c)      Hambatan untuk masuk

d)      Ancaman produk pengganti

e)      Persaingan antara perusahaan dalam industri itu

 

Refernsi:

https://www.jurnal.id/id/blog/riset-pemasaran-fungsi-dan-langkah-penyusunan/

http://nissaamalia166.blogspot.com/2016/06/sistem-informasi-dan-riset-pemasaran.html

http://id.reingex.com/Market-Research.shtml

Komentar