Teman Hidup
Hii! perkenalkan nama aku Devania. Aku bisa dibilang anak yang sangat pintar, cantik, dan juga baik hati. Di sekelohnya aku selalu mendapatkan juara. Setiap ada PR, selalu mengerjakan di rumah. cita-cita aku adalah seorang pramugari. Tetapi dengan keterbatasan aku, aku tidak bisa mengikuti tesnya, karna aku tidak pintar di bahasa inggris.Sejak SMA aku tidak peduli dengan sosok lelaki. Setiap pergi ke kantin, aku selalu diledeki dengan teman-teman "Dev dicariin sama Devano. hahahaha (tertawa)." Aku pun penasaran dengan lelaki yang bernama Devano itu. Akhirnya aku bertanya kepada Lisa "kalau yang namanya Devano itu yang mana ya?" Lisa pun memberitahu. Dan dengan tidak sengajanya aku berkata dengan sombongnya "itu yang namanya devano? jelek banget". Setelah kejadian itu teman-temanku tidak pernah bawa-bawa nama devano lagi hahaha.
Seminggu kemudia vina mengajak aku untuk main ke rumah temannya. Aku tidak tau siapa teman vina yang akan kita kunjungi. "Vina siapa rumah teman mu yang akan kita kunjungi?" aku pun bertanya. Vina menjawab dengan nada jutek "siapa ya? nanti aja sekalian kenalan disana. kaamu diam saja. nanti juga kamu kenal." saat itu aku langsung diam dan ikut saja.
Awan pun mulai gelap, seperti mau turun hujan. Sampai dipertengah jalan hujan turun, menutupi jalan. Vina berkata "untung sudah tidak jauh lagi." Karna jalan menuju arah rumah temannya itu pas dengan mobil kami. Akhirnya kami pun turun di depan gang, dan hujan-hujanan menuju ke rumahnya itu. setelah sampai di depan rumahnya, aku bergegas membuka sepatu yang sudah basah, sedangkan vina mengetok pintu rumahnya. Tidak lama kemudian, pintu itu dibukakan dengan sosok lelaki. Dan aku shock ternyata lelaki itu devano "ohmygod" dalam hati aku. Aku masih tidak menyangka bahwa aku berada di rumah mewah milik devano. "ayo ayo masuk" kata devano. "iya van" jawab aku dan vani.
Di rumahnya kita berbincang banyak hal, dari mulai pelajaran hingga curhat-curhatan. Tak sadar, jam menunjukan pukul 20.30 WIB dan sudah tidak hujan lagi. Aku berbisik kepada vina "Vin,udah malem nih, pulang yu. aku pasti dicari sama mamah dana papahku". Vina pun mengangguk. Dan kami pun berpamitan dengan devano dan juga orangtuanya devano. Di jalan aku berkata kepada vina "Vin, kenapa kamu tidak bilang kalau temannya kamu itu devano?" Vina hanya tertawa.
Sesampainya di rumah aku ditanya dengan mamah "habis kemana ko baru pulang?".
"Iya mah maaf, tadi aku habis main rumahnya devano,temannya vina. aku tidak kemana-mana lagi ko. cuma di rumah devano saja. maaf ya mah" jawab ku.
"Yasudah sekarang kamu bersih-bersih dulu terus tidur" kata mamah.
"Iya mah. Good night" kataku sambil jalan menuju kamar.
Semenjak main ke rumah devano, disitu kita mulai dekat. Sampai akhirnya aku berpacaran dengannya, tanpa sepengetahuan mamah dan papah aku. Sampai lulus SMA pun aku tidak memberitahu bahwa aku pacaran dengan devano. karna saat lulus SMA itu kami LDR. Devano memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di luar kota. Kami pun tidak berkomunikasi sama sekali selama 3 tahun, layaknya sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak peduli lagi dengannya, dan aku pun dekat dengan zarfian. Kami bernostalgia tentang masa lalu kami berdua.
Malam malam aku berdoa kepada Tuhan "Aku kasih waktu seminggu untuk devano. Jika memang dia tidak datang menemui aku, dia bukan jodohku." Dan di hari terakhir tepatnya seminggu, aku dikasih kado dengan Tuhan, yaitu devano datang ke rumah. Saat itu aku sangat gembira. Karna orang yang selalu aku nanti-nantikan akhirnya datang juga.
Devano ngobrol dengan orangtua ku, dia memberitahu bahwa dia adalah pacarku dan dia minta izin kepada kedua orangtua aku untuk merestui hubungan kami. "WAW WAW WAW ini mimpi?" tanya ku sambil memukul-mukul pipiku.
Aku dan devano memang ditakdirkan untuk bersama. hingga mamah ku bermimpi bahwa papahnya devano itu ke rumah untuk menikahkan devano. Padahal saat itu mamahku belum pernah ketemu sama sekali dengan papahnya devano. Akhirnya mamah aku berbicara kepada papahku, bahwa aku akan menikah samah devano pada bulan april. Aku dan devanopun akhirnya menikah dan hidup bahagia.

Komentar
Posting Komentar