Sepi Mengganggu

                                Sepi Mengganggu Ku
    Saat ini aku hanya ditemani dengan sinar lampu. Sinar yang hanya bisa menyinari sebagian dari ruang lingkup tidurku. Sepi? Iya, disaat sepi aku merasakan segalanya entah itu senang maupun menyedihkan. Tetapi lebih mendominasi aku merasa sedih, karena sepi aku sendiri, tidak ada satupun orang yang bisa aku ajak berbincang. Aku merasa canggung jika melalui telfon, mungkin karena tidak pandai berkomunikasi dalam telfon.

    Sepi juga selalu membuat aku rindu kepada orangtuaku, adikku, dan saudara-saudaraku yang lainnya, karena meraka aku tertawa dan bahkan bisa melupakan segala urusanku yang membuat aku rumit. Saat saat seperti ini yang membuat aku ingin cepat kembali ke kota asalku. Dua tahun lagi aku akan kembali. aku akan kumpul bersama orangtuaku, menikmati hidup, merasakan kebahagiaan yang utuh, Aku merindukannya dan yang terpenting aku tidak akan merasa kesepian seorang diri. Aku akan selalu menunggu moment 2 tahun yang akan datang, dimana aku akan merasakan bahagia dikelilingin orang-orang yang sayang kepada ku begitupun sebaliknya.

    Sepi... Tolong jauh jaulah dari kehidupanku. Aku tidak ingin merasakannya. Aku sangat terganggu akan kehadiran mu. Aku tidak membutuhkan mu. Aku sangat membenci rasa sepi itu.




Komentar