MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
PENGERTIAN MANUSIA
Secara bahasa manusia berasal dari bahasa sansekerta “manu” dan dalam bahasa latin “mens”, yang artinya berpikir, berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Manusia adalah ciptaan tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia diberi akal dan pikiran.
PENGERTIAAN MANUSIA MENURUT PARA AHLI
1.Menurut Omar Mohammad Al-Taumy Al-Syaibany
Manusia adalah makluk yang paling muli, manusia adalah makhluk yang berpikir, dan manusia adalah makhluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhanya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
2.Menurut Paila J. C & Janet W. K
Manusia adalah makhluk terbuka, bebas meilih makna dalam situasi , mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan ungguk multimediasi dengan berbagai kemungkinan.
3.Menurut Upanisads
Manusia adalah kombinasi dari unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
MANUSIA DIBEDAKAN MENJADI DUA :
1.Manusia dibedakan secara biologis, contohnya fisik.
2.Manusia dibedakan secara rohani, contohnya berdasarkan kepercayaan atau agamanya masing-masing.
HUBUNGAN MANUSIA SANGATLAH LUAS, SEPERTI :
1.Hubungan antara manusia dengan manusia
Bertujuan untuk berinteraksi antar seseorang dengan orang lain dalam suatu kehidupan dan menghormati sesama.
2.Hubungan antara manusia dengan sang pencipta
Bertujuan supaya manusia menyembah kepada Allah SWT, sehingga jelas diantara mereka siapa yang yang iman dan siapa yang kafir. Hubungan ini bisa disebut ibadah.
3.Hubungan antara manusia dengan alam atau lingkungan
Hubungan ini pada dasarnya didasarkan pada dua prinsip, yaitu : pertama, kewajiban menggali dan mengelola alam dan segala kekayaan dan yang kedua manusia sebagai pengelola alam tidak diperkenankan merusak lingkungan karena kerusakan lingkungan pada akhirnya akan merusak kehidupan umat manusia itu sendiri.
4.Hubungan antara manusia dengan makhluk yang berada pada alam (hewan)
Bertujuan saling menyayangi tidak menyakiti hewan.
B. TANGGUNG JAWAB
PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani oleh tanggung jawab.
Tanggung jawab itu termaksud manusia beradab atau bisa disebut juga berbudaya. Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
JENIS-JENIS TANGGUNG JAWAB:
1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya. Dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian setiap manusia bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.
2. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
3. Tanggung jawab terhadap manusia atau masyarakat
Manusia sebagai anggota masyarakat tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, setiap orang saling membutuhkan, tolong menolong baik secara sadar maupun tanpa disadari. Tolong menolong antar individu maupun masyarakat dapat dengan imbalan atau mungkin tanpa imbalan atau mungkin karena kewajibannya. Pada dasarnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.
4. Tanggung jawab terhadap lingkungan
Tanggung jawab terhadap lingkungan menuntut kesadaran manusia untuk memenuhi kewajibannya atau pengorbanannya dalam membina dan melestarikan lingkungan hidup yang baik, teratur, dan sehat. Dengan demikian diharapkan manusia dapat memecahkan masalah lingkungan hidup yang berpengaruh pada nilai kemanusiaan. Misalnya kesadaran dalam mengatasi masalah sampah, saluran pembuangan air,dan sebagainya.
5. Tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa menuntut kesadaran mau untuk memenuhi kewajiban atau pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, manusia haruslah bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atau karunia-Nya menciptakan manusia dan memberikan rezeki kepadanya. Karena manusia mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan mengabdi itu wujudnya tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.
WUJUD TANGGUNG JAWAB:
Pengabdian dan Pengorbanan
Pengadian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, kasih sayang, cinta, dan sebagainya. Timbulnya pengabdia pada hakekatnya adanya rasa tanggung jawab. contohnya: apabila kita bekerja keras dari pagi sampai sore dibeberapa tempat. untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya, itu berarti mengabdi kepada keluarga, karena kasih sayang kepada keluarga.
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung keikhalasan yangtidak menganadung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan sja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama teman sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepaa sesama teman.
KESIMPULAN
Hidup manusia di samping sebagai makhluk Tuhan dan makhluk individu, juga merupakan makhluk sosial, hidup dalam lingkungan masyarakat. Di dalam interaksi sosial manusia diberi tanggung jawab, di samping itu tanggung jawab memiliki hak juga memiliki kewajiban, dituntut adanya pengabdian dan pengorbanan.
Timbulnya tanggung jawab justru karena manusia hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya, segala apa yang akan dilakukannya terikat oleh norma.
Komentar
Posting Komentar